BIOLOGI WERENG BATANG PADI COKELAT (Nilaparvata lugens Stal) PADA BEBERAPA VARIETAS PADI SAWAH (SKRIPSI) - CATATAN ILMU
Headlines News :
Powered by Blogger.

Archives

Home » » BIOLOGI WERENG BATANG PADI COKELAT (Nilaparvata lugens Stal) PADA BEBERAPA VARIETAS PADI SAWAH (SKRIPSI)

BIOLOGI WERENG BATANG PADI COKELAT (Nilaparvata lugens Stal) PADA BEBERAPA VARIETAS PADI SAWAH (SKRIPSI)

Written By taufik hidayat on Monday, January 26, 2015 | 6:47 PM



 I. PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Wereng batang padi cokelat, Nilaparvata lugens Stal (Hemiptera: Delphacidae) merupakan hama utama tanaman padi di sebagian negara Asia seperti Korea, Jepang, Cina, Philipina dan Indonesia (Dyck dan Thomas, 1979 dalam Mili, 2011). N. lugens menimbulkan kerusakan dengan menghisap cairan tanaman sehingga tanaman mati seperti terbakar (hopperburn) atau sebagai vektor yang menimbulkan penyakit kerdil rumput (grassy stunt) dan kerdil hampa (ragged stunt) (Pathak, 1977 dalam Mili, 2011; Anonim, 1990).




N. lugens pertama kali dilaporkan sebagai hama pada tanaman padi sawah di Indonesia pada tahun 1854 oleh Stal (Mochida, 1986). Ledakan N. lugens terjadi pada tahun 1979 yang menimbulkan kerusakan tanaman padi seluas 794,650 ha (Baehaki, 1986). Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan (2011) melaporkan bahwa pada periode Januari-Juli 2011 tercatat luas serangan N. lugens mencapai 173,890 ha dan 26,613 ha diantaranya mengalami puso. Meskipun saat ini serangan N. lugens  hanya bersifat sporadis di daerah-daerah endemis, tetapi bahaya ledakannya harus tetap diwaspadai karena termasuk serangga bertipe straregi-r, yang dicirikan oleh sifatnya yang mobil, daya adaptasinya cepat dan perkembangan populasinya tinggi sehingga N. lugens mudah membentuk biotipe-biotipe baru (Southhwood, 1977; Baehaki dan Munawar, 2008).
Biotipe adalah suatu populasi atau individu yang dibedakan dari populasi lain bukan karena sifat morfologi tetapi didasarkan pada kemampuan adaptasi, perkembangan pada tanaman inang tertentu, daya tarik untuk makan dan meletakkan telur (Baehaki, 2008). Perkembangan biotipe N. lugens sangat cepat, mulai dari ditemukan biotipe 1 pada tahun 1972 dan biotipe 4 pada tahun 2006 (Baehaki, 2008). Menurut Baehaki dan Munawar (2007), munculnya berbagai biotipe N. lugens membuktikan bahwa ketahanan tanaman padi Varietas Unggul Baru (VUB) mudah dipatahkan, karena ketahanan tanaman padi tersebut hanya dikendalikan oleh gen tunggal (monogenik).
Tinggi rendahnya populasi N. lugens tergantung pada kuantitas dan kualitas pakan, kualitas pakan yang baik menyebabkan pertumbuhan dan perkembangan N. lugens semakin baik (Zen et al., 1994). Pertumbuhan N. lugens akan terhambat pada varietas tahan, karena nutrisi yang dibutuhkan kurang sehingga terjadi penurunan keperidian, perpanjangan stadia nimfa dan pemendekan stadia imago. Disamping itu setiap varietas padi juga memiliki ketahanan morfologi (ketebalan jaringan batang) terhadap N. lugens (Sunari, 1993).
Seleksi tanaman inang oleh N. lugens terutama berdasarkan kandungan kimia floem padi (nutrisi dan senyawa pertahanan). Keseimbangan antara nutrisi dan senyawa pertahanan tanaman padi akan mempengaruhi preferensi makan dan performa nimfa N. lugens (Chen, 2009). Menurut Cagampang et al. (1974) dan Sogawa (1971), nutrisi tanaman padi seperti asam amino terutama asparagin dan sukrosa berperan sebagai pemicu makan dan sebagai perangsang untuk meningkatkan laju makan N. lugens. Hal semacam ini biasanya terdapat pada varietas padi rentan, sedangkan pada varietas tahan kandungan senyawa pertahanannya lebih tinggi. Hasil penelitian Thayumanavan et al. (1990) menunjukkan bahwa varietas padi tahan memiliki kadar senyawa fenolik yang lebih tinggi serta kadar asam amino bebas dan gula reduksi yang lebih rendah sehingga tidak disukai N. lugens.
Biologi N. lugens (umur imago betina, nisbah kelamin, viabilitas telur, keperidian aktual dan dimorfisme sayap) dapat berbeda pada berbagai varietas padi, karena kadar nutrisi dan senyawa pertahanan tanaman pada setiap varietas padi juga berbeda. Beberapa varietas padi sawah yang umum ditanam di Provinsi Jambi yaitu IR42, IR64, Ciherang, Inpari 13 dan Cisokan. Selengkapnya Klik Disini

BAB HASIL DAN PEMBAHASAN Klik Disini
Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. CATATAN ILMU - All Rights Reserved
Original Design by Creating Website Modified by Adiknya