I.
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Wereng batang padi cokelat, Nilaparvata lugens Stal (Hemiptera:
Delphacidae) merupakan hama utama tanaman padi di sebagian negara Asia seperti
Korea, Jepang, Cina, Philipina dan Indonesia (Dyck dan Thomas, 1979 dalam Mili, 2011). N. lugens menimbulkan kerusakan dengan menghisap cairan tanaman sehingga
tanaman mati seperti terbakar (hopperburn)
atau sebagai vektor yang menimbulkan penyakit kerdil rumput (grassy stunt) dan kerdil hampa (ragged stunt) (Pathak, 1977 dalam Mili, 2011; Anonim, 1990).
N. lugens pertama kali dilaporkan sebagai hama pada
tanaman padi sawah di Indonesia pada tahun 1854 oleh Stal (Mochida, 1986).
Ledakan N. lugens terjadi pada tahun
1979 yang menimbulkan kerusakan tanaman padi seluas 794,650 ha (Baehaki, 1986).
Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan (2011) melaporkan bahwa pada periode
Januari-Juli 2011 tercatat luas serangan N.
lugens mencapai 173,890 ha dan 26,613 ha diantaranya mengalami puso. Meskipun saat ini serangan N.
lugens hanya bersifat sporadis di
daerah-daerah endemis, tetapi bahaya ledakannya harus tetap diwaspadai karena
termasuk serangga bertipe straregi-r, yang dicirikan oleh sifatnya yang mobil,
daya adaptasinya cepat dan perkembangan populasinya tinggi sehingga N. lugens mudah membentuk
biotipe-biotipe baru (Southhwood, 1977; Baehaki dan Munawar, 2008).
Biotipe adalah suatu populasi atau individu
yang dibedakan dari populasi lain bukan karena sifat morfologi tetapi
didasarkan pada kemampuan adaptasi, perkembangan pada tanaman inang tertentu,
daya tarik untuk makan dan meletakkan telur (Baehaki, 2008). Perkembangan
biotipe N. lugens sangat cepat, mulai
dari ditemukan biotipe 1 pada tahun 1972 dan biotipe 4 pada tahun 2006
(Baehaki, 2008). Menurut Baehaki dan Munawar (2007), munculnya berbagai biotipe
N. lugens membuktikan bahwa ketahanan
tanaman padi Varietas Unggul Baru (VUB) mudah dipatahkan, karena ketahanan tanaman
padi tersebut hanya dikendalikan oleh gen tunggal (monogenik).
Tinggi rendahnya populasi N. lugens tergantung pada kuantitas dan kualitas pakan, kualitas
pakan yang baik menyebabkan pertumbuhan dan perkembangan N. lugens semakin baik (Zen et
al., 1994). Pertumbuhan N. lugens
akan terhambat pada varietas tahan, karena nutrisi yang dibutuhkan kurang
sehingga terjadi penurunan keperidian, perpanjangan stadia nimfa dan pemendekan
stadia imago. Disamping itu setiap varietas padi juga memiliki ketahanan
morfologi (ketebalan jaringan batang) terhadap N. lugens (Sunari, 1993).
Seleksi tanaman inang oleh N. lugens terutama berdasarkan kandungan
kimia floem padi (nutrisi dan senyawa pertahanan). Keseimbangan antara nutrisi
dan senyawa pertahanan tanaman padi akan mempengaruhi preferensi makan dan performa
nimfa N. lugens (Chen, 2009). Menurut
Cagampang et al. (1974) dan Sogawa
(1971), nutrisi tanaman padi seperti asam amino terutama asparagin dan sukrosa
berperan sebagai pemicu makan dan sebagai perangsang untuk meningkatkan laju
makan N. lugens. Hal semacam ini
biasanya terdapat pada varietas padi rentan, sedangkan pada varietas tahan
kandungan senyawa pertahanannya lebih tinggi. Hasil penelitian Thayumanavan et al. (1990) menunjukkan bahwa varietas
padi tahan memiliki kadar senyawa fenolik yang lebih tinggi serta kadar asam
amino bebas dan gula reduksi yang lebih rendah sehingga tidak disukai N. lugens.
Biologi N.
lugens (umur imago betina, nisbah kelamin, viabilitas telur, keperidian
aktual dan dimorfisme sayap) dapat berbeda pada berbagai varietas padi, karena
kadar nutrisi dan senyawa pertahanan tanaman pada setiap varietas padi juga
berbeda. Beberapa varietas padi sawah yang umum ditanam di Provinsi Jambi yaitu
IR42, IR64, Ciherang, Inpari 13 dan Cisokan. Selengkapnya Klik Disini
BAB HASIL DAN PEMBAHASAN Klik Disini
BAB HASIL DAN PEMBAHASAN Klik Disini



0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !